Sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran virus corona, Pemerintah membuat kebijakan menghentikan sementara kegiatan di sekolah dan menggantinya dengan belajar di rumah. Inisiatif belajar {online|on-line} di rumah ini disambut baik oleh operator seluler dan sejumlah aplikasi edukasi yang menggratiskan layanannya.

Telkomsel misalnya menyediakan kuota hingga 30 gigabyte (GB) secara cuma-cuma bagi masyarakat yang ingin mengkases materi pelajaran melalui aplikasi Ruangguru. Pengguna Telkomsel bisa mengakses materi Sekolah Online dan RuangBelajar di aplikasi Ruangguru selama 30 hari sejak aktivasi. Telkomsel juga kolaborasi dengan pengelola aplikasi belajar {online|on-line} lainnya, yakni Quipper, Zenius, Cakap hingga Bahaso.
Baca juga:Respon COVID-19, Telkomsel Bebaskan Akses Ruangguru & Paket Ilmupedia

Selain Telkomsel, XL Axiata memberikan {gratis|free of charge} 2GB per hari untuk mengakses ke sejumlah aplikasi atau layanan {data|knowledge|information} yang bisa membantu belajar atau bekerja dari rumah, mulai 18 hingga 31 Maret 2020. Aplikasi-aplikasi yang dimaksud mencakup Udemy, Ruangguru, dan Zenius untuk para pelajar atau mahasiswa. Hal sama dilakukan Indosat yang menggratiskan akses ke sejumlah aplikasi edukasi dan juga {website|web site} kampus.

Kuota {gratis|free of charge} belajar {online|on-line} disalahgunakan
Sayang, ada pihak yang menyalahgunakan inisiatif baik operator seluler. Berdasarkan pantuan Gizmologi, di media sosial dan Youtube muncul berbagai tutorial yang berusaha mengubah kuota {gratis|free of charge} 30GB untuk akses aplikasi eLearning menjadi kuota {data|knowledge|information} reguler. Artinya, kuota {gratis|free of charge} yang seharusnya hanya dapat digunakan untuk platform eLearning, dapat dimodifikasi menjadi kuota harian untuk mengakses aplikasi lainnya.

“Upaya mengubah kuota 30GB untuk aplikasi eLearning menjadi kuota {data|knowledge|information} reguler mengancam kebebasan anak-anak belajar melalui aplikasi eLearning secara {gratis|free of charge}. Sebab, bukan tidak mungkin sewaktu-waktu Telkomsel dan operator lain mencabut program ini,” kata Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute dilansir dari Indotelko Jakarta (18/{3|three}).

Bahkan efek yang lebih parah, mengubah kuota 30 GB untuk aplikasi eLearning menjadi kuota {data|knowledge|information} reguler juga bisa disebut pencurian karena ada pihak yang dirugikan. Pelaku bisa dijerat Pasal 362 juncto 30, 32 Undang-undang (UU) Nomor {11|eleven} Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).