Inilah 3 Kasus Penipuan Travel Umroh Terbesar di Indonesia, Kerugian Materi Hingga Triliunan Rupiah

Kantor Penyelenggara Umroh Abu Tours

Hadirberita.com – Ibadah umroh adalah salah satu ibadah yang istimewa dalam Islam. Beberapa keistimewaan ibadah umroh yaitu, dapat menghilangkaan kefakiran, terkabulnya doa, menghapus dosa, hingga dijanjikan surga oleh Allah SWT.

Jadi tidak heran jika umat muslim banyak yang rela menabung bertahun-tahun, bahkan rela menjual asset agar dapat melaksankan ibadah umroh di Tanah Suci. Namun sayangnya, niat mulia untuk melaksanakan perjalanan suci tersebut seringkali dimanfaatkan oleh oknum penyelenggara perjalanan umroh yang tidak bertanggung jawab.

Pada tahun 2017 dan tahun 2018 Indonesia diguncang oleh tiga kasus penipuan travel umroh terbesar sepajang sejara dalam penyelenggara ibadah umroh. Ribuan bahkan puluhan ribu calon tetamu Allah harus menerima kenyataan pahit karena gagal diberangkatkan.

Jumlah kerugian materi dari ketiga travel umroh tersebut sangat fantastis, mulai dari Ratusan Miliar hingga Triliunan Rupiah.

Berikut adalah rincian nilai kerugian tiga kasus penipuan travel umroh terbesar sepanjang sejarah di Indonesia diurutakan berdasarkan jumlah korban terbanyak:

1. Abu Tours (2018) – Kerugian hingga Rp1,6 Triliun

Travel umroh yang menempati urutan pertama dalam skandal penipuan dengan nilai kerugian materi terbesar adalah Abu Tours. Biro perjalananumroh tersebut berkantor pusat di Makassar dengan kantor cabang yang tersebar di sejumlah daerah.

Trik untuk manarik jamaah baru, Abu Tours menawarkan paket umroh yang dibumbuhi dengan kata murah.

  • Jumlah Korban: Kurang lebih 86.000 jamaah gagal diberangkatkan ke Tanah Suci.
  • Kisaran Kerugian: antara Rp1,2 triliun hingga Rp1,6 triliun.
  • Lama Hukuman: Pendiri Abu Tours, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, dan istrinya, divonis 19 tahun penjara atas dakwaan penipuan dan pencucian uang.

2. First Travel (2017) – Kerugian Rp905 Miliar

Kasus yang menggemparkan public Indonesia selanjutnya adalah First Travel. Trik andalan dalam merekrut jamaah adalah menawarkan paket umroh promo dengan harga yang sangat tidak masuk akal, yaitu hanya Rp14 jutaan, yang mana waktu itu harga tersebut hanya cukup untuk membayar tiket maskapai dan visa umroh saja.

  • Banyak Korban: Lebih kurang 63.310 jamaah.
  • Perkiraan Kerugian: Mencapai Rp905 miliar.
  • Lama Hukum: Direktur Utama divonis 20 tahun penjara dan Istrinya 18 tahun penjara.

3. PT SBL (2018) – Kerugian Rp300 Miliar

Kasus penipuan umrah terbesar di Indonesia selanjutnnya adalah PT Solusi Balad Lumampah atau lebih dikenal Travel SBL. Biro Perjalanan ini berpusat di Bandung juga menawarkan paket umrah murah berkisar Rp18 juta guna menarik perhatian calon jamaahnya.

  • Jumlah Korban: Sebanyak 12.845 jamaah.
  • Kisaran Kerugian: Mencapai Rp300 miliar.
  • Lama Hukuman: Pemilik PT SBL, dijatuhi hukuman 2 tahun kurungan penjara, izin operasional travel dicabut, dan diwajibkan menjual asetnya untuk mengembalikan dana jamaah yang sudah disetor.

Kesimpulan

Kasus besar 3 travel umroh yang menelantarkan puluhan ribu jamaah diatas menjadi pengingat bahwa niat ibadah harus disertai kehati hatian. First Travel, Abu Tours, dan SBL menunjukkan bahwa harga umroh murah tanpa transparansi bisa membawa risiko besar.

Calon jemaah perlu lebih kritis sebelum memilih travel umroh. Cek izin, minta dokumen tertulis, pahami biaya, dan jangan mudah percaya promosi. Dengan langkah yang teliti, perjalanan umroh bisa direncanakan dengan lebih aman dan tenang.

FAQ

Apakah Harga Murah Aman?

Bisa aman jika travel resmi dan rinciannya jelas. Namun, jika harga terlalu murah tanpa penjelasan logis, sebaiknya jangan langsung percaya.

Bagaimana Cek Legalitas?

Cek izin PPIU melalui kanal resmi pemerintah atau kantor Kemenag. Pastikan nama perusahaan sesuai dengan izin, invoice, dan rekening pembayaran.

Sumber: detik.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *