Hadirberita.com, Jakarta – Kemenhaj terima 72 aduan travel umrah bermasalah sejak lembaga tersebut berdiri pada September 2025. Dari jumlah itu, 19 kasus disebut telah berhasil diselesaikan melalui proses mediasi.
Data ini menjadi pengingat penting bagi calon jemaah umrah. Memilih travel umroh tidak cukup hanya melihat harga murah, promo menarik, atau testimoni di media sosial. Legalitas, jadwal keberangkatan, kejelasan fasilitas, dan kemampuan travel menjalankan kewajiban harus diperiksa sejak awal.
Kasus seperti ini tidak selalu sama bentuknya. Ada jemaah yang gagal berangkat, ada yang jadwalnya tertunda tanpa kepastian, ada pula yang mengalami masalah refund. Dalam beberapa kasus, masalah berkembang menjadi dugaan penipuan dan harus ditangani pihak berwajib.
Travel Umrah Bermasalah Meningkat
Travel umrah bermasalah menjadi perhatian karena menyangkut dana, waktu, dan ibadah masyarakat. Bagi sebagian orang, biaya umrah dikumpulkan selama bertahun tahun. Ketika keberangkatan batal atau tidak jelas, kerugiannya bukan hanya materi, tetapi juga psikologis.
Contoh yang sering terjadi adalah jemaah tergiur paket murah dengan janji berangkat cepat. Setelah pembayaran lunas, jadwal berubah berkali kali. Ketika diminta pengembalian dana, travel tidak memberi kepastian. Pola seperti ini perlu diwaspadai sejak awal.
Mediasi Jadi Solusi
Kemenhaj menggunakan jalur mediasi untuk menyelesaikan sebagian aduan. Mediasi dilakukan ketika pihak travel masih dianggap memiliki kemampuan dan iktikad baik untuk memenuhi kewajiban kepada jemaah.
Cara ini dinilai penting karena tidak semua masalah harus langsung masuk ke jalur hukum. Jika travel masih kooperatif, mediasi bisa menjadi jalan tengah agar jemaah mendapatkan haknya, baik berupa keberangkatan ulang, pengembalian dana, atau kesepakatan lain.
Namun, mediasi bukan berarti masalah selesai otomatis. Jika travel tidak menjalankan hasil kesepakatan, perkara bisa berkembang ke proses hukum. Karena itu, setiap kesepakatan harus dibuat tertulis, jelas, dan disimpan oleh jemaah sebagai bukti.
Belajar Dari Hanania
Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah Travel Hanania. Dalam kasus ini, Kemenhaj disebut hadir langsung dalam proses kesepakatan mediasi antara travel dan para jemaah pada 14 April 2026.
Kehadiran pemerintah dalam mediasi memberi tekanan moral agar pihak travel menjalankan kewajiban. Namun, ketika kesepakatan tidak dijalankan, penyelesaian dugaan penipuan kemudian ditangani oleh pihak berwajib.
Pelajaran penting dari kasus ini adalah jemaah harus menyimpan semua bukti sejak awal. Bukti transfer, brosur paket, percakapan WhatsApp, invoice, jadwal keberangkatan, dan perjanjian tertulis sangat penting jika terjadi sengketa.
Cara Pilih Travel
Calon jemaah perlu lebih teliti sebelum memesan paket umrah. Jangan hanya percaya pada harga yang terlihat murah. Paket yang terlalu murah justru perlu dicek lebih dalam, terutama jika fasilitasnya terlihat tidak masuk akal.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Legalitas PPIU melalui kanal resmi.
- Alamat kantor dan kontak aktif.
- Jadwal keberangkatan yang jelas.
- Maskapai dan hotel yang digunakan.
- Skema pembayaran dan refund.
- Bukti transaksi resmi.
Selain itu, bandingkan harga dengan fasilitas. Jika paket mencantumkan hotel dekat Masjidil Haram, penerbangan nyaman, dan layanan lengkap, tetapi harganya jauh di bawah pasar, calon jemaah perlu bertanya lebih detail.
Informasi Pemesanan
Bagi Anda yang ingin memesan paket umrah, pastikan pemesanan dilakukan melalui travel resmi dan memiliki izin.
Pemesanan yang aman bukan hanya soal harga umroh murah. Yang lebih penting adalah transparansi biaya, kepastian jadwal keberangkatan, dan layanan.
Kesimpulan
Kemenhaj terima 72 aduan travel umrah bermasalah menjadi peringatan agar masyarakat lebih hati hati sebelum memilih penyelenggara perjalanan umrah. Dari 72 aduan tersebut, 19 kasus berhasil dimediasi, tetapi beberapa kasus tetap membutuhkan proses lebih lanjut.
Calon jemaah sebaiknya tidak terburu buru memilih paket hanya karena harga murah. Periksa legalitas, simpan bukti, pahami perjanjian, dan pastikan semua informasi tertulis dengan jelas. Dengan langkah yang lebih teliti, ibadah umrah bisa direncanakan dengan lebih aman, nyaman, dan tenang.
FAQ Travel Umrah
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul saat calon jemaah memilih travel umrah.
Apa Itu Travel Bermasalah?
Travel bermasalah adalah penyelenggara umrah yang tidak memenuhi kewajibannya kepada jemaah. Bentuknya bisa gagal berangkat, jadwal tidak jelas, refund tertunda, atau fasilitas tidak sesuai janji.
Bagaimana Cek Travel Aman?
Cek legalitas PPIU melalui kanal resmi pemerintah. Selain itu, pastikan kantor jelas, rekening atas nama perusahaan, ada perjanjian tertulis, dan jadwal keberangkatan bisa diverifikasi.
Apa Jika Gagal Berangkat?
Segera kumpulkan bukti pembayaran, percakapan, dan dokumen paket. Hubungi pihak travel secara tertulis. Jika tidak ada solusi, jemaah bisa mengajukan aduan ke pihak berwenang atau kanal pengaduan resmi.

